Gema Sabilulungan – Bandung


banyak partai

Dada Rosada merupakan sosok yang sombong dan punya hobi “diabring-abring ku loba jelma”. Hal tersebut mungkin dikarenakan dia anak tunggal. Selain itu, anak tunggal tea. Dada Rosada paling tidak bisa mendapat jawaban tidak, pokoknya bakal marah (cugetan). Namun jangan salah, dengan begitu, Dada Rosada bukan berarti seorang sosok yang kuat, sebenarnya dia hatinya sangat kecil dan mungkin penakut.

Sekarangpun, menjelang Pilwalkot Dada Rosada “hayang diabring-abring” dan bukan hanya oleh manusia, namun juga oleh banyak partai. Semua partai disabet, mulai dari partai besar setingkat GOLKAR dan PDI, sampai dengan partai-partai gurem non parlemenpun disabet. Prinsipnya pokoknya harus diabring-abring oleh banyak partai. Mungkin hal tersebut untuk menambah percaya diri atau mungkin ada unsur pertimbangan politik.

Perlu Masyarakat Bandung ketahui, seorang Balon yang didukung oleh sebuah partai belum tentu dikarenakan cintanya Partai pendukung ke Balon yang bersangkutan. Namun dikawatirkan untuk dapat diusung oleh sebuah partai perlu adanya mahar politik untuk partai pengusung, atau adanya transaksi-transaksi politik.

Bila benar, dukungan dikaitkan dengan uang mahar atau dikarenakan alasan uang, maka tentunya bukanlah sebuah biaya yang murah (mungkin dimensinya Milyar atau bahkan puluhan Miliar). Sebagai pertanyaan ilustrasi, bila seorang Balon didukung oleh banyak partai, berapa ongkos Mahar yang harus dibayarkan ke semua partai pendukung? Ya Allah ampuni mereka yang telah mendzalimi Rakyatnya.

Kadang diwajarkan bahwa uang tersebut sebagai ongkos politik yang dapat dimaknai sebagai biaya kampanye, untuk menggerakkan mesin partai, biaya mengadakan pertemuan dengan tamunya dan lain-lain komponen biaya, katanya hal ini sah serta tidak melanggar etika politik. Nah, mulai susah dibayangkan besarnya ongkos politik yang digunakan bila didukung oleh banyak partai politik. Akhirnya, wajarkah seorang Balon menghamburkan dana yang sangat besar hanya untuk jabatan Walikota. Bagaimana kelak mengembalikan modalnya?.

Dengan upaya mengurangi buruk sangka, pokoknya secara logika Uang yang dihamburkan oleh Balon yang didukung banyak partai politik pasti jauh lebih besar bila dibandingkan dengan Balon yang hanya didukung oleh sedikit partai.

Selanjutnya bila dukungan partai politik tanpa ada uang mahar, terus partai pendukung dapat apa? Mungkinkah hanya ikut senang bahwa jagonya menang? Semestinya harus ada untungnya entah dalam bentuk apa. Akhirnya muncul transaksi politik. Dikawatirkan akan muncul komitmen politik yang hanya untuk kepentingan kelompok atau golongan saja. Nah, sekarang betapa mengerikan bila seorang Balon membangun transaksi politik ke banyak Partai!!!

Seorang Balon yang didukung oleh banyak partai dan bila berhasil memenangkan Pilwalkot, maka dapat dipastikan pada saat memimpin Bandung akan sibuk dan repot mengurus penyelesaian konsekuensi terhadap dukungan banyak Partai dibandingkan mengurus Rakyatnya. Mulai dari sibuk mengembalikan modal politik sampai dengan memenuhi janji politiknya dan posisi Rakyat akan dipaksa menjadi penonton yang baik dan harus sopan.

Akhirnya terserah pada Warga Bandung untuk memberikan legitimasi ke Balon yang mana?

  1. Balon yang didukung oleh sejumlah Partai yang banyak.
  2. Balon yang didukung oleh sedikit Partai
  3. Atau Balon Independen

(Redaksi Gemes)


No Comments Yet so far
Leave a comment



Leave a comment
Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>