Gema Sabilulungan – Bandung


DADA ROSADA MELAKUKAN AKSI KOTOR


Pemilihan kepala daerah untuk memilih Walikota dan Wakil Walikota yang akan memimpin Kota Bandung merupakan suatu moment yang sangat penting dan bersejarah dalam kehidupan berdemokrasi di Kota Bandung. Sebuah moment bersejarah dikarenakan Pilkada kali ini merupakan yang pertama di Bandung, Pilwalkot yang melibatkan masyarakat secara langsung dan yang pertama di Indonesia karena melakukan pilwalkot dengan menyertakan bakal calon independen.

Ironisnya, Pilwalkot yang bersejarah ini telah dikotori dengan praktik-praktik yang tidak terpuji dan kotor. Sinyal tentang adanya praktik tidak terpuji tersebut dapat dilihat dari kegiatan Dada Rosada menjelang selesainya masa jabatan sebagai Walikota Bandung. Menjelang akhir kekuasaan, seolah-olah Dada Rosada bangun kesiangan dan kaget ternyata banyak sekali pekerjaan yang harus diselesaikan.

Menjelang akhir masa jabatan atau mendekati pertarungan Pilwalkot, seperti bangun kesiangan Dada Rosada mendadak menjadi Walikota yang baik. Banyak jalan yang diperbaiki dan diaspal (kenapa tidak dari dulu), mendadak rajin melakukan pengerahan masa dengan orasi-orasi semangat pembangunan, peluncuran program layanan 1 pintu dengan membagi uang bantuan RW sebesar Rp. 500.000,-/RW dan membagi-bagi buku serta VCD “suksesnya” Dada Rosada. Itu semua kan memang tugas seorang Walikota, jadi wajarlah bila kegiatan tadi menggunakan Dana APBD. Namun bila dikaitkan dengan sudah dekatnya waktu pelaksanaan Pilwalkot, maka pantas dicurigai, bahwa Dada Rosada dikhawatirkan telah menghamburkan dana APBD untuk kepentingan kampanye terselubung. Hal itu belum termasuk berbagai kegiatan kampanye tersembunyi lainnya yang tidak tertangkap pers yang dikhawatirkan hanya memanfaatkan kekuasaan yang masih dimilikinya.

Seharusnya menjelang akhir masa jabatan, Dada Rosada lebih hati-hati bersikap. Karena sikap yang telah dia lakukan menjelang akhir masa jabatan, akan mencoreng sejarah pribadi Dada Rosada di benak jutaan Warga Bandung. Ada istilah gaul “menang adalah biasa dan kalah adalah kebangetan”. Jadi bila Dada Rosada menang, maka tidak pantas untuk bangga atau bahkan bersyukur, bila kalah ya “isin atuh Kang”. Tapi apapun itu, nggak usah khawatir, Masyarakat Bandung sudah pintar kok.

Hal yang memprihatinkan setelah melepaskan jabatan sebagai Walikota, Dada Rosada masih mengorbankan nilai etika dengan menganiaya lembaga pendidikan (SMA Negeri 2), berkampanye terselubung di lembaga netral. Sekelas Dada Rosada yang pernah terdidik sebagai panutan Kota Bandung mestinya paham, bahwa lembaga pendidikan adalah area netral dan terhormat, seperti halnya SMAN 2 seharusnya dijaga bersih dari kegiatan seperti yang dilakukan Dada Rosada. Pemilih pemula seperti anak-anak SMA seharusnya dijaga bersih dari coretan tangan-tangan kotor politik, sehingga di masa perkembangannya bila menjadi pelaku politik, maka diharapkan dapat memiliki etika yang pantas dibanggakan oleh bangsa.

Realitas ini patut disesalkan, karena idealnya Pilkada Bandung yang bersejarah ini dapat dijadikan percontohan sebuah prosesi demokratisasi yang fair. Dada Rosada yang pernah selama 5 tahun menjadi panutan Publik seharusnya bijaksana dengan melepas baju keserakahan dan baju ketamakan, karena di banyak struktur masyarakat Dada Rosada masih sebagai panutan. Dada Rosada seharusnya berperan aktif membangun tatanan yang sehat dan bukannya seperti sekarang berperan aktif merusak tatanan. (Redaksi Gemes)


1 Comment so far
Leave a comment

Sudut pandang dan pendapat boleh berbeda, tetapi semangat untuk membela dan menjadi pejuang rakyat jangan mengorbankan kemuliaan hati dan kecerdasan otak kita sebagai manusia. Artinya perbedaan pendapat adalah sah-2 saja, selama perbedaan pendapat kerap disertai juga dengan argumen dan data-data yang valid. Betul gak????

Comment by Darmawan




Leave a comment
Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>